Memaknai Idul Fitri dalam Pekerjaan

21 Jun 2017 - Administrator

Tidak terasa sebentar
lagi seluruh umat Muslim di dunia akan merayakan hari Kemenangan. Diawali
dengan berpuasa selama sebulan penuh di bulan Ramadhan, momen ini selalu
dinantikan dan membawa keceriaan di lingkungan sekitar. Tidak hanya bagi umat
Muslim, apabila kita pelajari lebih dalam ternyata banyak nilai yang bisa
dibawa dari perayaan Idul Fitri ke dalam kehidupan sehari-hari dan dunia
pekerjaan. Salah satu yang penting adalah revitalisasi nilai-nilai
fitrah atau yang kita kenal dengan
INTEGRITAS



Tanpa kita sadari bahwa
puasa yang dilakukan selama bulan Ramdhan sangat membantu membangun nilai
integritas dalam diri. Meski tak ada orang lain yang mengawasi atau tak ada
CCTV yang memantau, orang berpuasa benar-benar menjaga lapar dan dahaga sejak
sebelum matahari terbit hingga terbenam. Jika nilai integritas tidak ada di
dalam diri maka bisa saja seseorang memasuki kamar dan menguncinya lalu meminum
sebotol air mineral serta mengunyah sebatang coklat. Namun jarang orang yang
melakukannya, bahkan cenderung sangat menikmati proses berpuasa.

Setelah berpuasa satu
bulan penuh dan melatih nilai-nilai integritas dalam diri, kita kembali menjadi
manusia yang fitrah atau bersih dan dirayakan dalam  sebuah hari Kemenangan yang kita kenal dengan
istilah Idul Fitri. Hal tersebut berarti bahwa untuk menjadi manusia yang
bersih, kita harus melewati fase yang melatih integritas dalam diri serta terus berusaha
mengamalkan nilai integritas dalam kehidupan sehari-haro. Secara sederhana hal tersebut berarti bahwa untuk menjadi
bersih (fitrah), kita harus berintegritas tinggi
.

Selain nilai-nilai
integritas, ternyata idul Fitri dan bulan Ramadhan juga membawa pada nilai-nilai kedisiplinan yang sesuai dengan Corporate value Jababeka
& Co. Sebelum meraih hari kemenangan, kita menjalankan ibadah puasa selama
1 bulan penuh dan tanpa disadari puasa yang telah kita jalankan tersebut
memperteguh nilai-nilai kedisiplinan yang ada dalam diri.

Sebagai contoh selama
bulan Ramadhan kita melakukan sahur atau makan pada dini hari sebelum matahari
terbit sebagai persiapan menjalankan puasa pada hari itu. Apabila kita tidak
displin dalam memanfaatkan waktu sahur maka kita akan kehabisan waktu sahur
sehingga tubuh menjadi lemas dan tidak fokus saat berpuasa karena kurang asupan
energy saat makan sahur. Meskipun kita harus makan sahur diluar  waktu kebiasaan, namun karena menyadari
pentingnya sahur kita tetap berusaha displin untuk menjalankannya.



Jika kita refleksikan
pada kehidupan sehari-hari maupun pekerjaan, sahur dapat diibaratkan sebagai
hal yang penting dalam hidup / pekerjaan kita namun harus kita lakukan diluar
kebiasaan atau diluar comfort zone kita.
Jika kita membiasakan diri untuk disiplin melakukan hal tersebut maka kita akan
mendapatkan kelancaran dan kemudahan dalam mengerjakan tugas utama yang lain.



Tidak hanya itu, sama
seperti prinsip bulan Ramadhan apabila kita telah menjalankan puasa selama 1
bulan penuh maka kita akan mendapatkan kemenangan yang dikenal dengan istilah
Idul Fitri. Pada hari Idul Fitrii, masyarakat merayakannya dengan suka cita dan
penuh dengan kegembiraan. Sama halnya dalam kehidupan atau pekerjaan kita. Apabila kita telah sukses menjalankan pekerjaan dengan
disiplin, maka kita juga akan mendapatkan kemenangan atas usaha yang kita
lakukan selama ini.
Oleh karena itu, kita
harus mulai merefleksikan diri dan terus membiasakan nilai-nilai bulan Ramadhan
dan Idul Fitri dalam pekerjaan meskipun sesaat lagi bulan Ramadhan akan segera
berakhir.











Sumber : Employee's Bulletin Edisi Juni 2017